(QS Al – Hasyr : 21).
Gelamornya dunia dan banyaknya fitnah yang
disebabkan olehnya, modernis, dunia ngepunk anak – anak muda,dan segala jenis
teknologi yang menyertainya akan menyulitkan seseorang untuk lebih
mengkhusyukkan hati, orang yang berhati – hati terhadap fenomena yang terjadi
sekarang ini justru menjadi orang yang khusyuk dan lebih banyak menangis.Hal
ini dapat disaksikan dilantai – lantai Masjidil Harom, dimana remaja usia 18
tahun dan sebaya dengannya menangis ketika membaca ayat – ayat Al Qur’an yang
brrisi ancaman atau kabar gembira, bahkan tangis mereka lebih keras dari pada
orang – orang dewasa karena hati mereka lebih lembut.Untuk itu..
Bagaimana cara kita meretas indahnya khusyuk..?
Bagaimana cara kita meretas indahnya khusyuk..?
- Senantiasa Meluruskan
Niat.
Niat
menduduki tingkat terpenting, orang yang ikhlas niatnya saat shalat akan lebih
mudah menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT semata, sehingga jasadnya tenang
hatinya pun ikut tenang.
- Merasakan keagungan
Allah SWT kemudian menghadirkan segenap perasan ketika hendak atau sedang
shalat.
Ketika kita mngucapkan “AllahuAkbar” yang
muncul dalam benak kita tidak ada yang lebih besar dariNya, kemudian berusaha
melupakan urusan duniwai dibelakang kita.
- Memahami ilmu Tauhid
Pemahaman tauhid yang benar akan memudahkan
melaksanakan dua factor diatas, tauhid juga disebut inti agama, orang yang
memahami tauhid Uluhiyah secara jujur akan memudahkan memunculkan rasa ikhlas, dan
memahami tauhid rububiyah akan udah
merendahkan diri dihadapan Allah SWT.
- Mengerti dan memahami
bacaannya
Ucapan lidah akan diikuti dengan
pengertiannya hingga kejiwa, dan terhindar dari Shalatnya orang mabuk.
- Mengingat mati
Dengan mengingat mati, akan membuat orang
menjadi baik dengan sungguh – sungguh, sehingga mampu menciptakan shalat
perpisahan, seakan –akan itu adalah shalatnya yang terakhir.Rasulullah bersabda
: “ Shalatlah dengan shalat perpisahan, seakan – akan engkau melihat Allah,
jika tidak melihat-Nya sesungguh Allah melihatmu”
- Memperbanyak
Istighfar
Memohon keampunan akan membuat hati lebih
bersih dan tenang, Rasullah sendiri beristighfar sehari semalam tidak kurang
dari 70 kali.
- Meninggalkan maksiat
Maksiat menyebabkan kegundahan dan
meninggalkan noda dalam hati.
- Ta’awudz
Melindungi diri kepada Allah SWT dari setan
akan menimbulkan rasa tenang dan dijaga oleh Allah SWT.
- Tidak menghamburkan
perkataan dan tidak banyak tertawa
Boros kata – kat akan merusak hati,
demikian juga tertawa akan membuat hati keras dan mati.
- Rajin membaca Al
Qur’an dan berdo’a
Hal ini akan melembutkan hati, sementara
khusyuk dekat dengan hati yang lembut, seperti do’a yang dilantunkan oleh
Rasulullah “ Wahai Allah,…dan aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak
bias khusyuk “.
Kekhusyukan, lembutnya hati dan manisnya
iman bias diperoleh dengan membaca, mengkaji dan merenungkan arti dan hukum –
hukum ayat – ayat Al Qur’an, mempelajari sunah Nabi, mengetahui rincian
syari’atnya, dan memegang teguh aqidahnya, menjaga amalan dan ucapan, menyadari
adanya pengawasan dari Allah, menghayati keagungan-Nya, selalu ingat hari
akhirat, perhitungan amal, pahala, siksa, serta kehebatan dan kedahsyatan hari
kiamat, selain itu bergaullah dengan orang – orang yang shaleh dan menjauhi
orang yang berbuat dosa.
subhanallaah.
BalasHapusaku masih jauh dari semua itu.
#harus berusaha.