Kamis, 05 April 2012

AGAR HATI MENJADI KHUSYUK

Dalam derasnya arus maksiat sekarang ini sulit sekali mendapatkan hati yang khusyuk dalam beribadah kepada Allah SWT,hati seakan keras membatu, tidak ada yang dapat mencairkannya mestipun telah dibacakan ayat – ayat suci Al Qur’an.Sekiranya manusia mau memperhatikan Al Qur’an, tidak sekedar membaca, dan mau merenungkanya, niscaya hatiny akan menjadi lembut dan khusyuk, karena Allah SWT berfirman yang Artinya : “ Sekiranya kami menurunkan Al Qur’an ini pada sebuah gunung, pasti kamu melihatnya tunduk terpecah – belah disebabkan takut kepada Allah SWT”.                  
(QS Al – Hasyr : 21).
Gelamornya dunia dan banyaknya fitnah yang disebabkan olehnya, modernis, dunia ngepunk anak – anak muda,dan segala jenis teknologi yang menyertainya akan menyulitkan seseorang untuk lebih mengkhusyukkan hati, orang yang berhati – hati terhadap fenomena yang terjadi sekarang ini justru menjadi orang yang khusyuk dan lebih banyak menangis.Hal ini dapat disaksikan dilantai – lantai Masjidil Harom, dimana remaja usia 18 tahun dan sebaya dengannya menangis ketika membaca ayat – ayat Al Qur’an yang brrisi ancaman atau kabar gembira, bahkan tangis mereka lebih keras dari pada orang – orang dewasa karena hati mereka lebih lembut.Untuk itu..             
 Bagaimana cara kita meretas indahnya khusyuk..?

  1. Senantiasa Meluruskan Niat.
Niat menduduki tingkat terpenting, orang yang ikhlas niatnya saat shalat akan lebih mudah menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT semata, sehingga jasadnya tenang hatinya pun ikut tenang.

  1. Merasakan keagungan Allah SWT kemudian menghadirkan segenap perasan ketika hendak atau sedang shalat.
Ketika kita mngucapkan “AllahuAkbar” yang muncul dalam benak kita tidak ada yang lebih besar dariNya, kemudian berusaha melupakan urusan duniwai dibelakang kita.

  1. Memahami ilmu Tauhid
Pemahaman tauhid yang benar akan memudahkan melaksanakan dua factor diatas, tauhid juga disebut inti agama, orang yang memahami tauhid Uluhiyah secara jujur akan memudahkan memunculkan rasa ikhlas, dan memahami tauhid rububiyah akan  udah merendahkan diri dihadapan Allah SWT.

  1. Mengerti dan memahami bacaannya
Ucapan lidah akan diikuti dengan pengertiannya hingga kejiwa, dan terhindar dari Shalatnya orang mabuk.

  1. Mengingat mati
Dengan mengingat mati, akan membuat orang menjadi baik dengan sungguh – sungguh, sehingga mampu menciptakan shalat perpisahan, seakan –akan itu adalah shalatnya yang terakhir.Rasulullah bersabda : “ Shalatlah dengan shalat perpisahan, seakan – akan engkau melihat Allah, jika tidak melihat-Nya sesungguh Allah melihatmu”

  1. Memperbanyak Istighfar
Memohon keampunan akan membuat hati lebih bersih dan tenang, Rasullah sendiri beristighfar sehari semalam tidak kurang dari 70 kali.

  1. Meninggalkan maksiat
Maksiat menyebabkan kegundahan dan meninggalkan noda dalam hati.

  1. Ta’awudz
Melindungi diri kepada Allah SWT dari setan akan menimbulkan rasa tenang dan dijaga oleh Allah SWT.

  1. Tidak menghamburkan perkataan dan tidak banyak tertawa
Boros kata – kat akan merusak hati, demikian juga tertawa akan membuat hati keras dan mati.

  1. Rajin membaca Al Qur’an dan berdo’a
Hal ini akan melembutkan hati, sementara khusyuk dekat dengan hati yang lembut, seperti do’a yang dilantunkan oleh Rasulullah “ Wahai Allah,…dan aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak bias khusyuk “.

Kekhusyukan, lembutnya hati dan manisnya iman bias diperoleh dengan membaca, mengkaji dan merenungkan arti dan hukum – hukum ayat – ayat Al Qur’an, mempelajari sunah Nabi, mengetahui rincian syari’atnya, dan memegang teguh aqidahnya, menjaga amalan dan ucapan, menyadari adanya pengawasan dari Allah, menghayati keagungan-Nya, selalu ingat hari akhirat, perhitungan amal, pahala, siksa, serta kehebatan dan kedahsyatan hari kiamat, selain itu bergaullah dengan orang – orang yang shaleh dan menjauhi orang yang berbuat dosa.



1 komentar:

  1. subhanallaah.
    aku masih jauh dari semua itu.

    #harus berusaha.

    BalasHapus